Sastrawan Muda


Image by FlamingText.com
Image by FlamingText.com
terima kasih telah berkunjung di bloger karya putra yogyakarta. saran dan kritik adalah sebuah permintaan tak bersuara dari saya pribadi demi terciptanya sebuah kelayakan pada karya ini. :)

Senin, 10 Oktober 2011

Rapsodimu menyisipkan bulan sabit di nadiku =D


oleh L-tha Yupz pada 10 Oktober 2011 jam 17:19
ini bukan puisi, hanya uraian tak bermakna....

kau mengintegrasikan sesuatu berdasarkan keyakinanmu..
pdhal hal itu tdak direkomendasikan oleh siapapun trmasuk Sang Maha Hidup..
kau hanya terpesona pda paradigma yg kau bangun sndri..
begitu agung dan elegan..
apakah kau tidak menyadari bahwa itu hnya kamuflase semata?
jangan kau teruskan hal itu..
nanti kau akan tergelincuh dan jatuh terjerembap diatas jalan berbatu..
aq tdak menyuruhmu hengkang..
namun ku tak ingin kau ada di dunia homofon...
akhirilah jahiliah ini..
klasifikasikanlah beningnya hatimu...
agar q bsa tersenyum lega..
berevolusilah pda lain hati..
berotasilah bagaikan bulan pada bumi...
hingga hasratmu akan ter'erosi dg berjalannya waktu..
dia adlh kompasmu yg bsa mengetahui arah mata anginmu..
__dan aq__
hanyalah kompartemen dari paradigmamu....
q hnya ingin ucapkan::
::: rapsodimu menyisipkn bulan sabit di nadiku :::

+++ini bukan puisi, hnya uraian tak bermakna+++

1 komentar:

  1. keyakinan yg ku integrasikan bukanlah sesuatu yang bersifat Bid'ah
    melainkan hasrat kuno yang sudah membumi di daratan hati.

    begitu jg dengan paradigma ini, adalah sesuatu yang lahir dari getaran mimpi yang sedang berlanjut tanpa henti dan terus merantai..
    semua ini bukanlah kamuflase seperti paparan mu
    melainkan planing hidup yang sedang ku bangun.

    akan ku ambil resikonya..
    Akan ku telan pahitnya
    Aku siap bila harus tergelincuh dan jatuh terjerembap diatas jalan berbatu..
    Itu lebih baik dari pada aku duduk manis berpangku tangan hayalkan langkah maju padahal hakikatnya aku duduk termagu dengan tatapan kosong.

    bagi mata telanjang dan hati yang hitam mungkin ini terlihat bagai era jahiliah...
    tapi jika di pandang dengan hati bak kapas puti maka akan terlihat inilah yang sebenarnya perbatasan SIRATAL MUSTAKIN.

    Hanya dirimulah yg ku tunggu turun dari bulan membawakan aku kompas berbalut SEJADAH.

    BalasHapus