Sastrawan Muda


Image by FlamingText.com
Image by FlamingText.com
terima kasih telah berkunjung di bloger karya putra yogyakarta. saran dan kritik adalah sebuah permintaan tak bersuara dari saya pribadi demi terciptanya sebuah kelayakan pada karya ini. :)

Selasa, 18 Oktober 2011

Kegelapan Ku

Hidupku tak lagi berwarna..
Karna kelakuan bodohku yg selalu menganggap hebat semua yg kupunya.
Awalnya semua aku lihat dari atas.
Bangga.. dan sempurna..

Tapi belakangan aku baru merasa.
Aku begitu tolol.
Menganggap hidupku sempurna bagai Raja..
Sempurna yg aku punya adalah kekurangan bagi orang lain.

Aku mulai berpikir..
Aku memejamkan mata dan memutar segalanya dari awal dalam otak kecilku.
Aku punya teman yg begitu peduli padaku.
Aku punya pria yang selalu menemani dan mendukungku.
Aku punya keluarga yg walau tak sempurna,
Tapi aku masih bisa merasakan cinta mereka.

Bodohnya aku.
Yang selalu mengikuti jejak orang,
Yang selalu mengiming-imingi kesempurnaan.
Tapi buatku sekarang.
Aku lebih cinta kesederhanaan..

Dimana Suatu hari aku Menyadari bahwa Hakikatnya aku berada di balik layar
Dimana suatu hari akan ada dinding Kaca yang membatasi jangauanku pada dia yang kucinta


Aku lesu..
Memutar foto-foto ku dan teman baruku.
Mereka ada disana.
Siap merangkulku dalam gelisahku.

Aku lemas..
Perlahan memutar foto-foto wanita terbaik dalam hidupku.
Dia ada disana.
Senyuman khasnya yang membuat ku tertawa dan berpikir.
“Dia begitu mencintaiku”…

Dan aku makin diam.
Ketika aku putar slide-slide foto keluarga tak sempurnaku.
Mereka ada disana memeluk erat impian dan cita-citaku.
Dan satu yg aku ingat tentang sisa kesempurnaan keluarga.
Kesetiaan dan kepercayaan yang membuat segalanya berjalan.

Oh bodohnya aku..
Sempat ada dalam benakku dulu..
Untuk meninggalkan mereka perlahan.

Tapi sekarang aku merasa salah.
Karena aku selalu melihat segalanya dari atas.
Bukan dari sisi yg selalu dijauhi orang.
Sisi gelap dari kesempurnaan.

Dan ketika perlahan aku membuka mata..
Aku melihat mereka.. “orang yg aku sayangi”
Teman baruku… WAnita cantikku… dan keluarga tak sempurnaku.
Tersenyum begitu lembut.
Menyambutku dengan pelukan hangat..
Mereka menerima aku apa adanya..