ini bukan puisi, hanya uraian tak bermakna....
kau mengintegrasikan sesuatu berdasarkan keyakinanmu..
pdhal hal itu tdak direkomendasikan oleh siapapun trmasuk Sang Maha Hidup..
kau hanya terpesona pda paradigma yg kau bangun sndri..
begitu agung dan elegan..
apakah kau tidak menyadari bahwa itu hnya kamuflase semata?
jangan kau teruskan hal itu..
nanti kau akan tergelincuh dan jatuh terjerembap diatas jalan berbatu..
aq tdak menyuruhmu hengkang..
namun ku tak ingin kau ada di dunia homofon...
akhirilah jahiliah ini..
klasifikasikanlah beningnya hatimu...
agar q bsa tersenyum lega..
berevolusilah pda lain hati..
berotasilah bagaikan bulan pada bumi...
hingga hasratmu akan ter'erosi dg berjalannya waktu..
dia adlh kompasmu yg bsa mengetahui arah mata anginmu..
__dan aq__
hanyalah kompartemen dari paradigmamu....
q hnya ingin ucapkan::
::: rapsodimu menyisipkn bulan sabit di nadiku :::
+++ini bukan puisi, hnya uraian tak bermakna+++
kau mengintegrasikan sesuatu berdasarkan keyakinanmu..
pdhal hal itu tdak direkomendasikan oleh siapapun trmasuk Sang Maha Hidup..
kau hanya terpesona pda paradigma yg kau bangun sndri..
begitu agung dan elegan..
apakah kau tidak menyadari bahwa itu hnya kamuflase semata?
jangan kau teruskan hal itu..
nanti kau akan tergelincuh dan jatuh terjerembap diatas jalan berbatu..
aq tdak menyuruhmu hengkang..
namun ku tak ingin kau ada di dunia homofon...
akhirilah jahiliah ini..
klasifikasikanlah beningnya hatimu...
agar q bsa tersenyum lega..
berevolusilah pda lain hati..
berotasilah bagaikan bulan pada bumi...
hingga hasratmu akan ter'erosi dg berjalannya waktu..
dia adlh kompasmu yg bsa mengetahui arah mata anginmu..
__dan aq__
hanyalah kompartemen dari paradigmamu....
q hnya ingin ucapkan::
::: rapsodimu menyisipkn bulan sabit di nadiku :::
+++ini bukan puisi, hnya uraian tak bermakna+++

