Sastrawan Muda


Image by FlamingText.com
Image by FlamingText.com
terima kasih telah berkunjung di bloger karya putra yogyakarta. saran dan kritik adalah sebuah permintaan tak bersuara dari saya pribadi demi terciptanya sebuah kelayakan pada karya ini. :)

Senin, 10 Oktober 2011

Rapsodimu menyisipkan bulan sabit di nadiku =D


oleh L-tha Yupz pada 10 Oktober 2011 jam 17:19
ini bukan puisi, hanya uraian tak bermakna....

kau mengintegrasikan sesuatu berdasarkan keyakinanmu..
pdhal hal itu tdak direkomendasikan oleh siapapun trmasuk Sang Maha Hidup..
kau hanya terpesona pda paradigma yg kau bangun sndri..
begitu agung dan elegan..
apakah kau tidak menyadari bahwa itu hnya kamuflase semata?
jangan kau teruskan hal itu..
nanti kau akan tergelincuh dan jatuh terjerembap diatas jalan berbatu..
aq tdak menyuruhmu hengkang..
namun ku tak ingin kau ada di dunia homofon...
akhirilah jahiliah ini..
klasifikasikanlah beningnya hatimu...
agar q bsa tersenyum lega..
berevolusilah pda lain hati..
berotasilah bagaikan bulan pada bumi...
hingga hasratmu akan ter'erosi dg berjalannya waktu..
dia adlh kompasmu yg bsa mengetahui arah mata anginmu..
__dan aq__
hanyalah kompartemen dari paradigmamu....
q hnya ingin ucapkan::
::: rapsodimu menyisipkn bulan sabit di nadiku :::

+++ini bukan puisi, hnya uraian tak bermakna+++

AKHIR DARI PENCARIAN


oleh Denny Bahtiar pada 10 Oktober 2011 jam 14:28

Sudah terlalu sering meminta cinta ini di terima

Namun yang ku dapat adalah senyum sinis



Sudah terlalu jauh ku mengejar cinta

Namun selalu tertinggal di ujung antreean.



aku merasa bahwa aku bukan pesaing yang hebat dlm sayembara mengejar cinta



tapi hari ini.....

Di ujung senja di basahi gerimis..

telah aku temukan sosok insan yang juga lelah dalam pencarian nya.

Dia begitu sederhana namun di celah kerak air matanya tertoreh cinta yang kehausan.



Saat ku sapa... dia tersentak

seketika dia mengusap airmata nya

lalu berusaha senyum tuk lindungi sedihnya

Aku tau itu senyum palsu yang dia coba ukirkan untuk mengatasi lukanya



Lama kutatap wajah nya hingga tembus ke benaknya

Disanalah Aku temukan apa yang aku cari..



Aku raih tangannya

Aku usap airmatanya

Aku kudungkan kepalanya dari rintikan gerimis

Lalu ku usap bibirnya

Kemudian aku katakan " Kau akan terlihat lebih anggun jika bisa Hentikan tangisan mu "

Dia pun mencoba menata senyumnya.

tp air matanya terlalu jujur ungkapkan bahwa luka itu masih sangat tersa perihnya.



Aku dekap dia dengan segala sisa rasa yang ada

lalu dia berbisik

"Jangan pergi tinggalkan aku wahai pemuda asing"

" Bawalah aku kemanapun kau pergi... jangan kau pandang noda yang ada dlam diriku"



Aku tatap wajah nya.. dan aku fatwakan " Aku diutus untuk Mu "





Selamat datang cinta..............

Aku berjanji.... bahwa aku akan habiskan sisa hidupku tuk bahagiakan dirimu.





Aku ada untuk mu " Shifa Aulia "