oleh Denny Bahtiar pada 10 Oktober 2011 jam 14:28
Sudah terlalu sering meminta cinta ini di terima
Namun yang ku dapat adalah senyum sinis
Sudah terlalu jauh ku mengejar cinta
Namun selalu tertinggal di ujung antreean.
aku merasa bahwa aku bukan pesaing yang hebat dlm sayembara mengejar cinta
tapi hari ini.....
Di ujung senja di basahi gerimis..
telah aku temukan sosok insan yang juga lelah dalam pencarian nya.
Dia begitu sederhana namun di celah kerak air matanya tertoreh cinta yang kehausan.
Saat ku sapa... dia tersentak
seketika dia mengusap airmata nya
lalu berusaha senyum tuk lindungi sedihnya
Aku tau itu senyum palsu yang dia coba ukirkan untuk mengatasi lukanya
Lama kutatap wajah nya hingga tembus ke benaknya
Disanalah Aku temukan apa yang aku cari..
Aku raih tangannya
Aku usap airmatanya
Aku kudungkan kepalanya dari rintikan gerimis
Lalu ku usap bibirnya
Kemudian aku katakan " Kau akan terlihat lebih anggun jika bisa Hentikan tangisan mu "
Dia pun mencoba menata senyumnya.
tp air matanya terlalu jujur ungkapkan bahwa luka itu masih sangat tersa perihnya.
Aku dekap dia dengan segala sisa rasa yang ada
lalu dia berbisik
"Jangan pergi tinggalkan aku wahai pemuda asing"
" Bawalah aku kemanapun kau pergi... jangan kau pandang noda yang ada dlam diriku"
Aku tatap wajah nya.. dan aku fatwakan " Aku diutus untuk Mu "
Selamat datang cinta..............
Aku berjanji.... bahwa aku akan habiskan sisa hidupku tuk bahagiakan dirimu.
Aku ada untuk mu " Shifa Aulia "
Sudah terlalu sering meminta cinta ini di terima
Namun yang ku dapat adalah senyum sinis
Sudah terlalu jauh ku mengejar cinta
Namun selalu tertinggal di ujung antreean.
aku merasa bahwa aku bukan pesaing yang hebat dlm sayembara mengejar cinta
tapi hari ini.....
Di ujung senja di basahi gerimis..
telah aku temukan sosok insan yang juga lelah dalam pencarian nya.
Dia begitu sederhana namun di celah kerak air matanya tertoreh cinta yang kehausan.
Saat ku sapa... dia tersentak
seketika dia mengusap airmata nya
lalu berusaha senyum tuk lindungi sedihnya
Aku tau itu senyum palsu yang dia coba ukirkan untuk mengatasi lukanya
Lama kutatap wajah nya hingga tembus ke benaknya
Disanalah Aku temukan apa yang aku cari..
Aku raih tangannya
Aku usap airmatanya
Aku kudungkan kepalanya dari rintikan gerimis
Lalu ku usap bibirnya
Kemudian aku katakan " Kau akan terlihat lebih anggun jika bisa Hentikan tangisan mu "
Dia pun mencoba menata senyumnya.
tp air matanya terlalu jujur ungkapkan bahwa luka itu masih sangat tersa perihnya.
Aku dekap dia dengan segala sisa rasa yang ada
lalu dia berbisik
"Jangan pergi tinggalkan aku wahai pemuda asing"
" Bawalah aku kemanapun kau pergi... jangan kau pandang noda yang ada dlam diriku"
Aku tatap wajah nya.. dan aku fatwakan " Aku diutus untuk Mu "
Selamat datang cinta..............
Aku berjanji.... bahwa aku akan habiskan sisa hidupku tuk bahagiakan dirimu.
Aku ada untuk mu " Shifa Aulia "

Tidak ada komentar:
Posting Komentar