oleh Icha Kaitlyn Evelyn pada 13 Juni 2011 jam 23:22
Mungkinkah sayang ku ini tidak cukup buatmu?
Mungkinkah perilaku ku selama ini tak sesuai dengan ingin hatimu??
Kali ini aku menangisi keegoanku yang dulu tegak dan kini telah kamu robohkan, betapa menyesal aku atas egoku dulu.
Kali ini aku menangis, karena sakitnya hati menyayangimu.
Tapi mungkin aku bukan yang terbaik
Tapi mungkin aku bukan orang yang tidak mampu memahami kondisi hatimu
Tapi mungkin aku orang yang tidak memiliki pengertian atas keinginan mu
Atau mungkin aku yang terlalu mementingkan Egoku?
Atau mungkin aku yang terlalu memaksakan kehendak ku?
Atau mungkin aku yang terlalu perasa atas semua kelakuan mu yang tak berkenan bagiku?
Selanjutnya, mungkin aku tak mau menangis lagi untuk mu
Setelah tembok ego ku yang kamu hancurkan itu, aku membangun tembok egoku yang lain yang jauh lebih kokoh dibanding sebelumnya.
Sayang, maafkan aku….
Aku tak pernah meminta untuk kamu penuhi segala ingin ku walaupun aku ingin seperti gadis-gadis lain
Aku tak pernah meminta untuk kamu beri harta jika kau keluhkan materi mu
Bukan raga ku, tapi jiwa ku, bukan…aku bukan menghukum mu tapi aku tak bisa berkata-kata
Kamu pasti tahu, jika kamu marah-marah aku hanya terdiam dan menangis bukan?
Kali ini aku menangis didalam hati, Cukup.
Dan suaraku dulu yang selalu menyambut telepon mu dengan hangat, maafkan aku sayang, kata-kata pahit mu yang baru aku minum ternyata jauh lebih pahit dibanding racun hingga menghabiskan seluruh suara ku.
Tapi sayang, aku masih mencintaimu
Tapi sayang, maafkan aku tak bisa mengatakan dan menunjukkan nya padamu.
Mungkinkah perilaku ku selama ini tak sesuai dengan ingin hatimu??
Sayang…
Kali ini aku menangisi diriku, yang mungkin tidak pernah pantas dan layak mendapatkan kamu.Kali ini aku menangisi keegoanku yang dulu tegak dan kini telah kamu robohkan, betapa menyesal aku atas egoku dulu.
Kali ini aku menangis, karena sakitnya hati menyayangimu.
Tapi mungkin aku bukan yang terbaik
Tapi mungkin aku bukan orang yang tidak mampu memahami kondisi hatimu
Tapi mungkin aku orang yang tidak memiliki pengertian atas keinginan mu
Atau mungkin aku yang terlalu mementingkan Egoku?
Atau mungkin aku yang terlalu memaksakan kehendak ku?
Atau mungkin aku yang terlalu perasa atas semua kelakuan mu yang tak berkenan bagiku?
Sayang….
Ini mungkin kali terakhir aku menangis disiniSelanjutnya, mungkin aku tak mau menangis lagi untuk mu
Setelah tembok ego ku yang kamu hancurkan itu, aku membangun tembok egoku yang lain yang jauh lebih kokoh dibanding sebelumnya.
Sayang, maafkan aku….
Aku tak pernah meminta untuk kamu penuhi segala ingin ku walaupun aku ingin seperti gadis-gadis lain
Aku tak pernah meminta untuk kamu beri harta jika kau keluhkan materi mu
Sayang
Mungkin aku akan pergi jauhBukan raga ku, tapi jiwa ku, bukan…aku bukan menghukum mu tapi aku tak bisa berkata-kata
Kamu pasti tahu, jika kamu marah-marah aku hanya terdiam dan menangis bukan?
Kali ini aku menangis didalam hati, Cukup.
Dan suaraku dulu yang selalu menyambut telepon mu dengan hangat, maafkan aku sayang, kata-kata pahit mu yang baru aku minum ternyata jauh lebih pahit dibanding racun hingga menghabiskan seluruh suara ku.
Tapi sayang, aku masih mencintaimu
Tapi sayang, maafkan aku tak bisa mengatakan dan menunjukkan nya padamu.

