Sastrawan Muda


Image by FlamingText.com
Image by FlamingText.com
terima kasih telah berkunjung di bloger karya putra yogyakarta. saran dan kritik adalah sebuah permintaan tak bersuara dari saya pribadi demi terciptanya sebuah kelayakan pada karya ini. :)

Senin, 12 Desember 2011

UNTUK MU IBU


Ibu .....

langkah demi langkah tlah terhentak
peluh tlah bertetesan
air mata talh berderai
......
ibu
tlah kau hujamkan matamu
tuk menentang sang surya
tlah kau hentakan kakimu
tuk menindas bumi
tlah kau mantapkan hatimu
tuk taklukan sang waktu

ibu
begitu basar nan indah
mahlegai cinta yang kau berikan
begitu suci kasih yang tlah kau ciptakan

ibu
aku malu.....pada mu
begitu besar pengorbanan mu
untuk ku.........
namun ku tak bisa membalas nya

ibu
aku takut
takut kehilangan perhatian, kasih sayang dari mu

ibu
tlah kau luangkan begitu banyak waktu
hanya tuk menjaga ku
tlah kau hempaskan kepentingan mu
hanya tuk mengurusku

ibu.
remuk hati ini......melihat mu menangis
hancur raga ini melihatmu terluka
mati raga ini bila kau tiada

ibu
senyumanmu...adalah surga dan kebahagiaan ku
tawa mu adalah lembutkan egoku
kebahagianmu adalah kesempurnaan hidupku

tapi
tangismu.....siksa hidupku
derita mu.....matikan jalanku
matimu.....hancurkan hidup ku

Gerimis…Menghina Untuk Terakhir Kalinya




Hujan….
Hanya merintih kecil kali ini
Seakan mengerti kali ini
Hanya manusia kecil tak berarti
Yang perlu dikasihani…
Meski hancur ia berdiri
Seakan mengutuk takdir
Yang ia bawa dengan benci
Yang ia bawa dengan sesal
Dentum siksa telah ia rasa
Menyakiti kepala hingga hilang semua
Tak ada yang mengerti
Setiap baris yang ia titi
Penuh kata pedih perih
Tertulis dengan sengaja
Berharap benci hilang terasa
Meski canda ia gumam
Dalam gelap ia kutuk kegelapan
Meski suka ia senandungkan
Dalam hati ia mencabik pilu
Hujan ini pun begitu
Begitu singkat….
Begitu menghina pedihnya
Berdenyut nadi di kepala
Membuatnya pergi dari semua
Tak ada yang menangisinya
Tak ada…..
Sendiri dalam buta
Ia menangis tuk terakhir kalinya
Begitu ringan….
Hilang semua beban…
Tak ia sesali keindahan
Hanya bermimpi….
Kali ini untuk selamanya
Selamanya….

Penjaga Mawar dan Kehidupannya



Bulan tak juga penuhi
Malam itu sinar bulan tak menyapanya
Namun tak sesunyi malam
Gemerisik bunga mawar
Memberinya alunan nada
Menidurkannya dengan pelan
Layaknya belaian ibunda
Yang telah tiada
Tak ada lagi selain malam
Yang ia inginkan
Meski tak berbulan
Ia tetap dapat hilang
Dalam khayal menjauhi realita kehidupan
Tetap terjaga
Mawar dengan merah darah
Meski dalam mimpi terjaga
Hanya untuknya
Meski tajam duri melukai
Tetes darah hanya untuknya
Saat tersenyum mekarnya kala pagi
Takkan ada yang mengganti
Kala terbangun mawar itu pun tersenyum
Dengan merahnya yang indah
Monoton….
Inilah hidupnya….
Meski darah tetap tertetes
Saat ia di dekatnya
Hanya mawar itu…
Hanya merah itu…
Ia dapatkan indahnya hidup ini

DIRIKU MERINDUKAN MU

 
 



kata demi kata yg ku tulis.. 

deras air mata ku jatuh di atas screen ini 


tak sanggup ku tahan rasa kehilangan 

sesosok insan yg sangat aku sayang.. 

seminggu sudah tiada kabar. 

enta dimana sayang gerangan.. 


sesak nafasku menahan rindu.. 

kemana lagi ku mencari mu. 

tiada daya dan kuasa ku.. 

selain menunggu dan terus menunggu 


kpd Tuhan aku panjatkan kiranya sayang dlm lindungan 

sang pencipta yg maha pengasih dan penyayang.. 


aku Kekasihmu hanya mampu berdo'a.untuk mu yg jauh disana

Puisi Bukan Untuk Ku





ku lewati cerita bersamamu..

ta ku sangka itu hanya semu..

kau jadikan aku sbagai plampiasan cintamu..


Ku sadar aku takan pernah bisa ..

takan bisa bahagiakan dirimu..

ta dapat Ku mengerti apa yang kau mau..


Tawamu masih ku kenang,,

takan pernah hilang..

Karna cintaku hanya dirimu satu..