Catatan ini kutulis di puncak tower yang baru kutanam.
Matahari tak terlihat berakhir sampai ke senja.
Awan tebal hitam legam hembuskan iklim yang tak jelas.
Jambi... Oh Jambi....
Aku ada di bumimu kini..
mengukir tapak untuk catatan hari tua ku.
Namun aku tak tahu harus memulai dengan kalimat apa.
Sebab yang ada hanya kegalauan dan tatapan kosong.
------------------------------------------------------------------
Wahai mega yang hitam....
Aku percaya kau bisa melihat aku disini...
Aku yakin kau mendengar kata hatiku.
Aku yakin engkau tahu siapa yang sedang aku pikirkan.
Untuk dialah semua ini.
Untuk akulah semua ini.
Untuk kamilah semua ini.
Wahai iklim yang tak jelas....
Aku yakin engkau tahu dia ada dimana.
Aku percaya engkau melihat dia sedang apa.
Aku tahu engkau bisa menghampirinya.
Datanglah kesana.
Ketuk hatinya dan bisikkan padanya bahwa aku rindu kehangatan.
Ceritakanlah pada dia betapa susahnya untuk meraih semua ini.
Tuliskan di kanfas hatinya untuk dia baca di dalam mimpinya bahwa dialah segalanya.
Aku rela hanyut di lautan asal dapat membawaku kembali padanya.
Aku ingin kembali pada asal cinta sejatinya
karena tiada alam seaindah alam cintanya
karena tiada rasa senikmat dekapannya dan
Karena tak ada insan lain yang dapat ku bandingka.
Walau seisi dunia memandang aku hina,
aku rela karena dia.
¤* DIALAH SEGALANYA *¤

amin..........smoga di kota jmbi nie bg denny mnemukn khdupn bru brsma ank istri kelak.:D
BalasHapusBoleh tahu judul lagu Saleem Iklim yang sebagian liriknya ada di sini?? Please!!
BalasHapus