oleh Annisa Therainfresh pada 28 November 2011 jam 16:46
Pernah aku berharap aku bisa menghentikan lajunya waktu,
menghentikannya meski hanya untuk beberapa jam saja,
agar aku bisa merekam setiap detik yang kupunya denganmu,
agar bisa kusimpan setiap doa dan harapan yang kamu panjatkan kepadaNya atasku.
Untuk setiap doa.
Untuk setiap harapan
Untuk segala sesuatu yang telah terucap dari bibir manismu.
Kamu tahu, sayang?
Kemarin adalah saat termanis dan teristimewa bagiku.
Di saat kamu menemani malamku.
Di saat doa dan harapan yang kutunggu,
benar-benar terucap langsung darimu.
Memang tak bisa kutemukan hadirmu,
memang tak bisa kudapati kamu ada di sampingku
Tak apa, sayang.....
karena dengan semua yang sudah kamu lakukan,
karena dengan semua doa yang kamu panjatkan,
aku selalu tahu,
kamu selalu ada, kamu selalu peduli.
Dengan kepedulianmu
Aku percaya
Aku yakin terhadapmu.
Aku tidak ingin meragukanmu.
kamu sudah menjadikan diriku sadar,
bahwa apa pun yang kamu lakukan
semua berdasarkan kesadaranmu....
Aku mencintaimu
Aku menyayangimu.
Dan sekarang aku bingung.........................................................................
.......................................................................
........................................................................................
..................................................................................
.................................

Tidak ada komentar:
Posting Komentar