saat-saat lewati kebun serupa surgawi
cempaka Ungu anggun terpampan di kejauhan
sekilas ta memuas ku pandangi
inginku menghampiri dirinya.. cempaka Ungu…!
kau tampak begitu tegar meski di hempas angin kencang
kulitmu laksana besi di lapisi penyanggang
tegarmu laksana’ satria sang legenda hujan
restuilah,.. cempaka Ungu..
inginku bersandar di dahanmu’
tegarkan nadi-nadi kehidupanku
dengankan inginku.. cempaka Ungu..
sbab aku tlah datang di hadapanmu..
enggan bagiku’ memandang gersangnya kehidupan
karena kaulah sang payung tanpa pamri…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar