Sastrawan Muda


Image by FlamingText.com
Image by FlamingText.com
terima kasih telah berkunjung di bloger karya putra yogyakarta. saran dan kritik adalah sebuah permintaan tak bersuara dari saya pribadi demi terciptanya sebuah kelayakan pada karya ini. :)

Jumat, 28 Oktober 2011

AKHIR DARI SEBUAH PENGABDIAN

Oleh : Vera Sagala
Aku tak menyadari apa yang kulakukan ini
Hati ini menguasai setiap gerak dan pikirku
Aku hanya ingin kau tau,
bahwa saat ini aku kehilanganmu

Karena kamulah, kupahami
Cinta tak harus memiliki
Karena cinta yang kurasa
Ada dalam jiwa bukan dalam raga

Semua begitu nyata….
Aku menatapmu bukan dari mata
Aku mendengarmu bukan dari telinga
Aku memikirkanmu bukan dari logika
Karena semua yang kulakukan untukmu
Dari hati yang terdalam…
Karena kamu telah duduk manis di singgasana hatiku…

Mungkin aku kehilangan kamu
Tapi aku tidak kehilangan rasa untuk mencintaimu
Sebisa mungkin akan kujaga rasa ini
Hingga kusadari, aku tidak mengharap balas cintamu
Yang kuharap adalah kebahagian dan segala harapanmu bersama nya

Ibunda ku sayang....

Sujud ma'afku padamu
karena tak dapat mengindahkan permintaan mu
Seharusnya aku ada bersamamu saat kau harapkan itu.

Aku sadari sekarang bahwa panggilan mu bukan hanya sekedar kekhawatiran
Melainkan firasat alami yg mengalir dari nadimu ke nadiku.

Ma'afkan aku bunda....
Kini kuberanikan diri tuk mengungkap tabir yang sesungguhnya.
Aku telah mengabaikan mu
Demi cinta yang aku kejar.
Demi kepuasan batinku
Demi memenangkan hatiku.
Demi masa remajaku.

Bundaku........
Terjawab sudah.... bahwa Ridhomu adalah Ridho illahi

Dia yang ku puja kini telah berlalu bersama yang lain
Meninggalkan sayatan yg cukup dalam.
Hingga hatiku kini bernanah.

Dia Yang kubela dari padamu
Telah membela hatinya untuk wanita lain
Sehingga aku terbuang di persimpangan.

Dia yang Kuturuti dari padamu
Telah menuruti kata hatinya untuk membuka lembaran baru bersama yg lain
Sehingga lembaran yg berlukis cinta saat dia bersamaku kini harus ku kemas dalam lukaku.

Ma'afkan aku bunda......
Entah pada siapa lagi tempat ku sandarkan diri
Menumpahkan duka laraku.....


Untuk mu wahai Yang berlalu...
Luka hatiku karenamu tidak menjadikan aku benci pada mu.
Yang kurasa saat ini adalah merindukanmu

Cinta ini telah melenakan ku
hingga mampu menghilangkan rasa benci meski aku kau hancurkan.

Cinta ini terlalu besar pada mu.
sehingga aku merasa bodoh dalam kesadaranku.

Pergilah sayang.......!!
senandung do'a ku lirih kan untuk mu.
semoga bahagiamu kekal selama nya.

Usah kau kenang lagi jejak langkah yang pernah kita tapaki bersama.
Kan kujadikan semua itu sebagai warna dalam mimpiku.

Satu hal yang perlu kau ketahui..
Cinta ini tak pernah pupus untuk mu
Sampai Jiwa pamit dari ragaku.

4 komentar: