Gemuruh Halilintar Guncangkan Ufuk Barat
Senjapun Luntur Memerah.
Seketika Sang angin meniupkan hawa dingin tembus ke sukmaku.
Hari itu adalah hari kerajaanmu dengan nya.
Gundah gulan Masuk menerobos sesakkan dadaku
Hingga aku terkulai layu di kamarku.
Cemburu......
Kehilangan.....
Kesepian......
Memaksa mataku untuk jujur berbibicara.
Kalimat demi kalimat hanya terucap dengan bahasa air mata
Mengalir dengan makna yang tak jelas.
Kuhampiri jendela Kamar ku
Menatap jauh ke langit.
ku selipkan Do'aku di celah rintik gerimis.
"Ya'allah pemilik minda dan jiwa......
Jika engkau tawarkan aku seorang pengganti yang abadi untuk aku....
ampuni aku ya allah..... bukan itu yang aku mau.....!!
Yang aku inginkan adalah agar hari ini cepatlah berlalu....
"Ya'allah Pemilik Airmata......
Jika benar ada sisa kebahagiaan untukku kelak hari nanti
Maka aku mohon padamu ya allah... Bungkuslah kebahagiannku itu
Untuk ku jadikan kado di hari pernikahan nya ini.....
Yang aku tahu Dia mencintaiku ya allah........
Dan engkaupun tahu bahwa akupun mencintainya.....
Hamba sadar ya allah...
Meski telah ku persembahkan kesucianku sebagai bukti cinta kami
Namun Restu dan Ridhomu tidak engkau perkenankan untuk kami...
Wahai Engkau Yang di pelamina.......
Hapuslah Air mata mu.....
Sambut dia sebagai Berlian dalam bahtera mu.
Lupakanlah aku......
Meski hakikan nya sulit
Aku akan coba membunuh gambaran tentang kita dalam ingatanku.
Usaplah Air mata mu sayang...........
Dan lihatlah aku dengan batin mu.
bahwa disini aku sedang tersenyum dalam isak eluhku
Untuk mengulur do'a restu ku meski tak dapat hadir dipelaminanmu.
Wahai sayang ku........
Sebelum terlanjur jauh aku melangkah
Aku ingin Kau simpan kalimat ini ke dalam darah mu.
Bahwa "Engkaulah hal yang terindah dari yang pernah ada "

sedih bget,
BalasHapussa jd trharu
terharu apa tersandung :'(
BalasHapushem,,bsa ya bgtu...
BalasHapusOrang yg mnglh demi kbhgian org yg di cntai"a